.quickedit{ display:none; }

Sabtu, 07 Januari 2017

Jatim Park-Eco Green-Museum Tubuh-Estib TV-SMPN 3 Bayat Klaten Jateng

Siswa-siswi SMP Negeri 3 Bayat, Klaten, Jawa-Tengah Study Tour di Museum Tubuh-The Bagong-Jatim Park 1, 15 Desember 2016.

Museum ini berada di Kota Malang, Jawa-Timur Indonesia.
Alamat : Jl. Kartika No.2 – Kota Wisata Batu

Telepon : (0341) 597778
Fax : (0341) 597779
Jam Buka : 08.30 – 16.30 WIB

Siswa-Siswi SMP Negeri 3 Bayat, Klaten Jawa-Tengah mengadakan Study Tour di Eco Green Park/Jatim Park 2 di Kota Malang, Jawa-Timur 15/12/2016.
Kota Batu di Malang memang menawarkan sejuta pesona wisata yang menarik untuk dikunjungi. Terdapat tempat-tempat wisata lengkap di kota ini. Salah satunya adalah Jatim Park 2.
Eco Green Park adalah wahana baru yang berada di Kota Wisata Batu Jawa Timur, sekitar 30 km atau 45 menit dari kota Malang. Objek wisata ini baru dibuka sejak 1 Juli 2012. Lokasi Eco Green Park sendiri tepat di sebelah Batu Secret Zoo dan Jatim Park 2 atau tepatnya di Jl.Oro-oro Ombo No.9A, kota Batu-Malang.
Wahana yang bermotto Fun and Study ini berisi tentang ekosistem dan reptil yang lengkap dan bertaraf internasional. Konsepnya memadukan wisata alam, kebudayaan, lingkungan, dan seni yang inspiratif, menarik, serta mendidik. Wisata ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga, terutama sebagai wisata edukasi untuk anak-anak. Tujuannya agar anak-anak bisa belajar tentang ekosistem. Banyak manfaat dan pengetahuan bisa didapatkan dari lokasi ini. Pengunjung diajarkan untuk sadar terhadap lingkungan dengan berbagai permainan yang unik dan sangat menyenangkan. Lokasi yang bertetangga dengan Batu Secret Zoo ini menawarkan sekitar 35 wahana edukasi.

Tempat wisata ini buka mulai pukul 9.00 WIB. Harga tiket masuk Eco Green Park adalah Rp 30.000 untuk  hari Senin-Kamis (weekday) dan Rp 40.000 untuk hari Jumat-Minggu (weekend), tanggal merah & high season. Selain itu, ada juga harga tiket terusan Jawa Timur Park 2 – Eco Green Park yaitu Rp 80.000 untuk hari Senin-Kamis (weekday) dan Rp 100.000 untuk hari Jumat-Minggu (weekend), tanggal merah & high season.

Berita terkini hasil dari liputan jurnalis muda ESTIB POST SMPN 3 BAYAT, KLATEN, JAWA-TENGAH
Baca Selanjutnya........

Senin, 21 November 2016

Rekapitulasi Daftar Juara Lomba Berkicau-Festival Jawara Kicau BNR Klaten 2016-Estib Post


Lomba Burung Berkicau Tingkat Nasional di Alun-Alun Klaten, Jawa-Tengah,  Dalam rangka Deklarasi Penangkaran Nusantara Kabupaten Klaten, Minggu 20 Nopember 2016.

Festival Jawara Kicau ini diikuti lebih dari 3 ribu peserta dari seluruh Indonesia dengan melombakan 56 Kategori dan memperebutkan 56 Sepeda Motor Honda dari berbagai merek.

Panitia 26th Asli Motor Anniversary Klaten mempercayakan BnR dan menggandeng BKSDA Jawa Tengah sekaligus penjuriannya. Rekapitulasi Daftar Juara Klik disini

Festival Jawara Kicau 26th Asli Motor Anniversary bakal tercatat sebagai even paling jor-joran dalam membagikan hadiah sepeda motor kepada para juaranya. Bayangkan saja, ada 56 unit sepeda motor untuk para pemenang. Bahkan di beberapa kelas, hadiah motor tak hanya untuk juara 1, namun juga juara 2 dan 3.

Berita terkini hasil dari liputan jurnalis muda ESTIB POST SMPN 3 BAYAT, KLATEN, JAWA-TENGAH
Baca Selanjutnya........

Rabu, 16 November 2016

Estib Ikuti Deklarasi Srikandi Sungai Klaten




Sebanyak 1.000 SSI Klaten tersebut dikukuhkan Bupati Klaten Sri Hartini di Stadion Trikoyo Klaten pada Minggu (13/11/16).  Wakil Rektor UGM Jogja Prof Suratma yang juga penggagas SSI juga hadir dalam acara tersebut. Selayaknya duta, 1.000 relawan perempuan itu juga dikalungi selempang. Selempang itu pula yang menjadi bukti komitmen mereka untuk mewujudkan  sungai yang cantik, indah, dan bersih atau disingkat Cibi. 

Siswa-siswi SMP Negeri 3 Bayat, Klaten, Jawa-Tengah ikuti Deklarasi Sungai Bersih dan dilanjutkan dengan bersih-bersih sungai Klaten dan sekitanrnya. Sebanyak 40 siswa ikut berperan dalam kegiatan menjaga lingkungan baik di rumah, sekolah dan lingkungan masyarakat.

Komitmen itu terlihat simpel, namun tidak dalam kenyataannya. Itu melihat fakta sebagian besar sungai sudah tercemar dan kotor, baik oleh sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan atau limbah pabrik. Ketua SSI Pusat Surani Hasanati yang juga dosen Fakultas Geografi UGM Jogja memberi arahan agar para relawan tidak bingung untuk mulai bergerak. 

“Pertama yang harus dilakukan adalah di lingkungan sekitar dahulu. Sampah yang ada di sekitar bisa dipilah antara organik dan anorganik. Sampah plastik bila dijual paling hanya laku berapa? Tetapi kalau diolah, bisa menjadi barang yang punya nilai ekonomi,” ucap Surani. 

Saat ini di sejumlah desa di Klaten sudah terdapat bank sampah. Melalui bank itu sampah plastik dan kertas diolah menjadi barang bernilai ekonomi. Misalnya menjadi tas, dompet, tempat, pensil, tempat majalah, wadah buah hingga tempat tisu. Sementara sampah organik diolah menjadi pupuk bagi tanaman. Ini semua bisa terwujud juga berkat tangan terampil kaum hawa di Klaten. 

“Jumlah Srikandi Sungai yang digalang di Klaten mencapai 1.000 orang, menjadi yang paling banyak. Pengukuhan 1.000 Srikandi di Klaten sedang diajukan untuk mendapatkan rekor dari MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia). Persyaratan sudah dikirimkan tinggal menunggu,” papar Surani. 




Baca Selanjutnya........

Kamis, 10 November 2016

Andiko Alfaizi, Alumni Estib Tahun 2015 Ditemukan Tak Bernyawa di Brijo Kidul




Posisi pertama ditemukan Jasad Andiko Alfaizi
Sedih dan tangis Iqbal Gilang Ramadhan pun tak terbendung. Setelah mengetahui sahabat dan tetangga yang menjadi tempat curhat, Andiko Alfaizi (16 th), ditemukan tak bernyawa di sebuah kebun barat rumah Iqbal di RT 3/RW 1 Dukuh Brejo Kidul, Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Klaten, Kamis pagi (10/11).
Iqbal yang saat ini kelas 9A SMP Negeri 3 Bayat, Klaten, selama ini memang menjadi teman sepermainan Andiko yang juga alumni SMPN 3 Bayat atau Estib tahun 2015.
“Tadi malam saya bersama Reva Andrean yang sama-sama kelas 9 Estib, main air bersama Andiko. Main airnya atau keceh setelah maghriban. Biasalah anak muda, nongkrong di dekat gapuro masuk Desa Wiro yang berbatasan dengan Brejo Kidul sambil mantau banjir,” ujar Iqbal.
Hal sama juga dikatakan Reva, setelah main air, sekitar pukul 20.00 WIB, mendatangi Andiko di rumahnya yang saat Rabu malam (9/11), kondisi depan rumahnya banjir setinggi 1 meteran. Meskipun kondisi kurang nyaman, Reva yang rumahnya dekat Andiko biasa mampir dan ngobrol banyak hal.
Kata Reva, Rabu malam itu sengaja mendatangi Andiko untuk minta bantuan kepada almarhum untuk memperbaiki payungnya yang rusak di sekitar rumah Andiko yang juga kebanjiran. “Mas, payungku rusak, tulong dandanono,” ujar Reva kepada Andiko.
Setelah melihat kondisi payung Reva, refleks Andiko mengucap, “Piye, nggenah wis rusak iki, raisoh iki, wis coklek payunge,” celethuk Andiko seperti dituturkan Reva. Karena tak bisa memperbaiki, selang beberapa lama kemudian Reva ijin pulang, karena dirinya tahu kalau almarhum sedang sibuk dan ada rencana keluar rumah.
Ibunda Andiko Alfaizi

Andiko yang saat ini masih duduk di bangku kelas 11 jurusan Teknik SMKN 1 Rota Bayat adalah putra ketiga pasangan Satiman (56 th) dan Hartini (55 th) yang tinggal di RT 4/RW 1 Dukuh Brejo Kidul, Desa Kalikebo. Masyarakat juga tak menyangka kalau pelajar yang dikenal rajin ini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kebun.
Saudara Andiko ada tiga orang, yaitu Eka (sudah menikah), Imam (kerja di Batam) dan Isma (kelas 6 SDN 2 Kalikebo, Trucuk). Tampak Isma juga menangis sambil merangkul leher ibunya sambil menyaksikan kakaknya sudah tak bernyawa. Kepala SDN 2 Kalikebo Satiman SPd bersama guru setempat juga ikut melayat.
Menurut Hartini, putranya sekitar Rabu malam, jam 22.00 WIB, minta ijin mau main ke luar melihat suasana lingkungan kampung yang sedang banjir. Saat itu, ketinggian air sekitar 1 meter lebih dan teras rumah Hartini tinggi banjirnya 60 cm.
“Ora usah metu-metu, saiki agek banjir, sesok kan kowe sekolah, metu ki arep nandi,” ujar Hartini ketika melarang Andiko pergi malam-malam saat derasnya banjir dengan membawa sepeda onthel.
Dan sejak banjir Rabu malam itu, Hartini dan keluarga terus berusaha mencari Andiko yang tak pulang ke rumah sampai air banjir surut. Dan sekitar pukul 10.00 WIB, Andiko ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di kebun milik Midi, 50 meter arah barat daya dari rumah korban.
Hartini dan keluarga besar Andiko terlihat sangat sedih dan memegang tubuh korban yang mengenakan kaos hitam dan celana pendek warna biru kebanggaan identitas Estib sekolah almamaternya.
Korban dibawa tim evakuasi Polsek Trucuk, aparat Koramil Trucuk, dan warga setempat. Usai dibawa masuk ke dalam rumah, Bidan Desa Kalikebo, Susi Hersaptiti, melakukan identifikasi, Kamis siang (10/11) sekitar pukul 10.30 WIB.
Sepeda yang digunakan Andiko saat terseret Banjir

Kerabat korban, Erwan Tri Wahyudi (35 th), warga RT 4/RW 1 Brejo Kidul, menambahkan, Rabu malam, Andiko memang pamitan dengan ibunya untuk keluar rumah, tapi tujuan keluar tidak jelas. Ayah korban, Satiman, baru 3 hari ini kembali kerja merantau di Jakarta untuk jualan es rujak.
“Habis dzuhur ini Andiko disucikan atau dimandikan dan dilakukan shalat jenazah. Dan rencananya menunggu kepulangan ayahnya dari Jakarta yang saat ini sudah dikasih tahu,” ujar Erwan yang dinasnya sebagai guru SDN 2 Wanglu, Trucuk.
Kepala SMPN 3 Bayat atau Estib, Dra Endang Sudarasih setelah melihat langsung lewat tayangan video siswa Estib Post di layar proyektor terkait musibah yang dialami Andiko. Endang mengakui kalau Andiko ini adalah alumni Estib yang lulus tahun 2015 yang menjadi tempat mencurahkan isi hati atau curhat.
Bagaimanapun, sosok Andiko ini, jelas Endang, ikut memberikan semangat bagi siswa lainnya. Setelah lulus dari Estib terus melanjutkan sekolah di SMKN 1 Rota Bayat. Dan dari keterangan siswa Estib yang juga tetangga almarhum, merupakan sosok siswa yang suka menolong teman.
Siswa Estib melihat tanyangan video Estib Post

Saat tayangan tim Estib Post tentang hasil peliputan di tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Andiko, banyak siswa Estib yang menangis dan sangat bersedih. Sosok Andiko ini, jelas Endang, telah ikut memberikan spirit bagi siswa dalam meraih kesuksesan.
“Kami atas nama keluarga besar Estib mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum, semoga amal kebaikan semasa hidup diterima Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditingalkan tetap diberikan kesabaran dan ketabahan, amin,” jelas Endang.
Baca Selanjutnya........
 

Kumpul Blogger

Klaten Online

Pengikut